Apa Itu UEFI, Kelebihan Dan Kekurangannya

UEFI, Pengertian UEFI, Kelebihan Dan Kekurangannya
Syalom semuanya, sesuai dengan judul diatas pada kesempatan kali ini NALHACKER ingin share mengenai Pengertian UEFI, Kelebihan Dan Kekurangannya. Unified Extensible Firmware Interface atau yang disingkat UEFI adalah standar baru firmware interface untuk PC yang didesain untuk menggantikan BIOS (Basic Input/Output System). UEFI awalnya dikembangkan oleh Intel Corporation pada tahun 2000 dan saat itu diberi nama EFI (Extensible Firmware Interface) yang berbasis pada Arsitektur Itanium. Namun sayangnya pada tahun 2005 Intel telah memutuskan untuk menghentikan pengembangan EFI yang berakhir pada EFI versi 1.10.

Kemudian sebuah group yang tergabung atas 140 perusahaan teknologi mengambil alih pengembangannya dan menamainya Unified Extensible Firmware Interface atau yang kita kenal dengan UEFI. Adapun 140 perusahaan teknologi tersebut juga dikenal dengan nama Forum UEFI yang beranggotakan produsen-produsen terkenal seperti AMD, AMI, Apple, Dell, HP, IBM, Insyde, Intel, Lenovo, Microsoft dan Phoenix. UEFI merupakan solusi untuk masalah pre-booting yang selama ini jadi kendala pada BIOS konvensional, dimana sebenarnya ia merupakan software yang dikembangkan dari BIOS. Seperti halnya dengan BIOS, UEFI menghubungkan antara Hardware, Firmware dan OS dalam sebuah komputer.

Pengertian UEFI, Kelebihan Dan Kekurangannya
UEFI Pada Motherboard ASUS
UEFI akan mengecek setiap komponen dan spesifikasi hardware yang terpasang di komputer, menyalakannya, mengaturnya, dan menyerahkannya ke sistem operasi pada saat boot, dan akan mendukung mekanisme arsitektur untuk menginisialisasi input/output. UEFI dibuat untuk mengatasi kelemahan dan batasan yang dimiliki oleh BIOS, sehingga firmware ini memiliki banyak kelebihan dibandingkan BIOS   :

  1. UEFI memiliki komunikasi yang lebih baik dengan hardware dan firmware. Misalnya saja dia tidak memerlukan boot sector di hardisk dan bisa menggunakan mouse + keyboard di interfacenya.
  2. UEFI juga mampu diprogram sehingga manufaktur bisa menambahkan aplikasi dan driver didalamnya, membuat sistem dan fitur UEFI bisa lebih lengkap daripada BIOS.
  3. Secara visual UEFI memiliki tampilan yang lebih cantik dan atraktif. Terlebih mouse dan keyboard bisa digunakan di UEFI sehingga semakin memudahkan proses konfigurasi dan overclocking.
  4. UEFI memiliki security yang lebih kuat dibandingkan BIOS. Dia mampu melindungi pre-startup, pre-boot, dan process lainnya dari serangan bootkit.
  5. UEFI mendukung hardisk dengan kapasitas lebih dari 2.2 TB
  6. UEFI mempercepat waktu startup dan resume saat komputer di hibernate.
  7. UEFI mendukung driver perangkat 64-bit sehingga bisa mengalokasikan hingga 17.2 Milyar GB memory saat startup!
  8. Selama masa transisi dari BIOS ke UEFI, sebagian besar platform bakal support BIOS meskipun mereka menggunakan UEFI. Yup..BIOS bisa berjalan di UEFI.
  9. Salah satu kelemahan UEFI hanyalah umurnya yang masih muda, sehingga belum semua sistem operasi mendukung firmware tersebut. Linux sebenarnya sudah support UEFI, namun sayangnya belum ada distro Linux yang mengoptimasi OS mereka dengan UEFI. Sebagian besar distro Linux masih belum memanfaatkan UEFI.

UEFI vs BIOS

Tidak ada yang salah dengan BIOS, terbukti ia mampu bertahan selama 25 tahun, mengalahkan beberapa kompetitornya yang notabene memodifikasi konsep dasar BIOS. Sebut saja clone BIOS dan ARC (Advanced RISC Computing), namun pada akhirnya memiliki kelemahan pada evolutionary path, extensibility, dan possible system diversity. Walaupun BIOS masih bertahan hingga saat ini, tetap saja ia bergantung pada arsitektur x86 dengan  16-bit interfaces, keterbatasan ukuran kapasitas ROM execution ( 1 MB) dan ukuran image, missing modularity, serta keterbatasan jumlah device yang dapat diinisialisasi. Selain itu ia tidak dirancang untuk keragaman hardware yang cukup pesat saat ini.
UEFI menyediakan independent hardware dan interface yang terbagi menjadi boot dan runtime services. Boot services meliputi inisialisasi boot, file service, serta textual dan graphical user console. Sedangkan runtime service meliputi tanggal, waktu dan NVRAM (Non-Volatile Random Access Memory) service. Untuk mengaktifkan atau memfasilitasi komunikasi antar device, semua driver EFI dan komponen berkomunikasi melalui protokol tertentu. Ia tidak terbatas pada arsitektur prosesor tertentu, ia dapat berjalan diatasnya atau bahkan menggantikan BIOS konvensional.
Ada beberapa alasan mendasar mengapa UEFI dipastikan akan menggantikan BIOS :

1. Drive Size Limits

Ketika harddisk berkapasitas besar hingga 3 TB muncul di pasaran, UEFI menjadi sangat penting karena kebutuhan GUID Partition Table (GPT) untuk menggantikan Master Boot Record (MBR) yang memiliki keterbatasan dalam membaca harddisk hingga 2 TB saja. GPT menggunakan basis 64-bit sehingga dapat mendeskripsikan harddisk hingga 9,4 Zettabyte (9,4 x 1021). Tidak hanya itu GPT juga dapat mengatasi masalah-masalah yang berkaitan dengan MBR seperti integritas data, backup table, dan jumlah maksimum partisi.
2. Pre-Boot Networking
Protokol untuk networking saat ini umumnya masih menggunakan IPv4. Namun  IPv6 akan segera menggantikannya setelah dikembangkan pada beberapa tahun terakhir. UEFI menyertakan IPv6 juga pada spesifikasinya. Sehingga network booting dan kemampuan remote jarak jauh terintegrasi tampaknya akan menjadi standar baru untuk networking.
3. Pre-Boot Application
Aplikasi yang dapat kita akses pada pre-boot, adalah kelebihan yang paling menonjol dari UEFI. Beberapa diantaranya adalah sistem diagnosa, memory test, live update, game, utilities, system recovery dan masih banyak lagi tergantung manufaktur karena ia bersifat independent hardware.
4. Tampilan Interface UEFI
Hal yang cukup menarik selain hal yang disebutkan di atas adalah tampilan pada UEFI. BIOS menggunakan VESA mode yang bertugas untuk mendefinisikan dukungan display adapter yang bergantung kepada software interrupt. Sedangkan UEFI menggunakan Graphic Outputs Protocol (GOP). Para developer beranggapan VBE tidak dapat mendukung untuk mode yang spesifik. Sehingga sangat sulit untuk membuat interface yang dapat bekerja untuk graphic card yang berbeda. GOP menggantikan VESA BIOS Extension (VBE) yang sangat kompleks dengan video buffer sederhana yang dapat mendukung untuk berbagai resolusi. Bagi beberapa orang, GUI untuk interface pada pre-boot memang bukanlah fitur yang terlalu penting. Namun seiring dengan perkembangannya, kemudahan dan kepraktisan menjadi kelebihan tersendiri fitur ini. Bagaimana tidak? Dengan adanya GUI pada UEFI menjadikannya dapat diakses menggunakan mouse atau bahkan dukungan layar dan interface gesture generasi terbaru.
Windows 8 yang dirilis 2012 lalu mungkin adalah OS pertama yang memanfaatkan UEFI secara total melalui fitur restore, refresh, secure boot, dan beberapa fitur lainnya.
Referensi   :
  • https://en.wikipedia.org
  • http://winpoin.com
  • http://vhardware.web.id

Related Article

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*