Penyakit Tuberculosis (TBC) Dan Cara Mengobatinya

Penyakit Tuberculosis (TBC) Dan Cara Mengobatinya
Penyakit Tuberculosis (TBC) Dan Cara Mengobatinya. Penyakit Tuberculosis atau yang lebih dikenal dengan TBC adalah salah satu jenis penyakit yang tergolong mematikan. Penyakit Tuberculosis (TBC) ini dapat menyerang siapa saja tanpa terkecuali, kapanpun dan dimanapun. Penyakit Tuberculosis (TBC) telah mengakibatkan kematian dalam jumlah yang sangat banyak. Berdasarkan data yang dihimpun, tercatat hampir setiap harinya di dunia sekitar 138 jiwa meninggal akibat penyakit Tubercolusis (TBC) ini.

Indonesia saat ini menduduki peringkat 3 di dunia dalam ketegori penyakit Tuberculosis (TBC) terbanyak. Sungguh ini bukanlah suatu prestasi yang membanggakan. Sementara di Indonesia sendiri, sudah ratusan ribu orang yang meninggal akibat menderita penyakit Tuberculosis (TBC) ini. Oleh karena itu penyakit ini bukanlah penyakit yang tergolong biasa dan telah menjadi ancaman yang serius.

Gejala Penyakit Tuberculosis (TBC)

Adapun gejala-gejala utama dari penyakit TBC diantaranya   :
  1. Batuk berdahak selama 3 minggu atau lebih dan bertambah menjelang dini hari (tengah malam),
  2. Demam sedang,
  3. Rasa nyeri pada dada
  4. Sering berkeringat banyak saat malam,
  5. Pada kerusakan paru berat timbul sesak nafas dan hemoptoe (batuk darah),
  6. Kehilangan Nafsu makan
  7. Badan lemah dan kehilangan berat bada (semakin kurus).

Tanda-tanda Klinis Utama

  • Pembesaran kelenjar limfe di leher dibawah telinga
  • Pemeriksaan paru ditemukan tanda-tanda lendir/cairan dalam paru (rhonchi basah) sering dibagian atas paru (apical), kadang-kadang seperti suara peluit (ada Cavitas)

Pemeriksaan Laboratorium

  • Pada pemeriksaan mikroskopis dahak ditemukan BTA +

Pemeriksan Radiologi

  • Ditemukan tanda-tanda lendir di bagian atas paru (infiltrat).
  • Corakan vaskuler meningkat disekitar bronchus
  • Kadang-kadang ditemukan rongga pada alveolus paru (cavitas)

Penyebab Dan Penularan Penyakit Tuberculosis (TBC)

Penyakit Tuberculosis (TBC) ini diakibatkan oleh bakteri basil yang bernama Mycobacterium Tuberculosis. Bakteri ini berbentuk batang dan bersifat tahan asam sehingga dikenal juga sebagai Batang Tahan Asam (BTA).

Penyakit Tuberculosis (TBC) Dan Cara Mengobatinya

Jenis bakteri ini pertama kali ditemukan oleh seseorang yang bernama Robert Koch pada tanggal 24 Maret 1882. Sehingga untuk mengenang jasa beliau maka bakteri tersebut diberi nama Basil Koch. Penyakit Tuberculosis (TBC) pada paru-paru juga dikenal dengan nama Koch Pulmonum (KP). Penyakit Tuberculosis (TBC) ini umumnya menyerang Paru-Paru dan menyebabkan rasa sakit, sesak dan nyeri yang berkepanjangan di daerah sekitar dada serta menghambat saluran pernafasan.

Penyakit Tuberculosis (TBC) termasuk kategori penyakit yang menular. Penularan penyakit Tuberculosis (TBC) biasanya melalui udara yang tercemar oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis yang dikeluarkan oleh pasien penderita penyakit Tuberculosis (TBC) saat batuk. Bakteri ini masuk kedalam paru-paru dan berkumpul hingga berkembang menjadi banyak (terutama pada orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah). Bakteri ini bahkan dapat menyebar ke pembuluh darah. Jika sudah seperti ini, maka bakteri ini akan dengan mudah menginfeksi organ tubuh lain seperti ginjal, otak, saluran pencernaan, kelenjar getah bening, dan organ tubuh lainnya walaupun pada kebanyakan kasus yang paling sering ialah organ Paru.

Perkembangan Penyakit Tuberculosis (TBC)

Perkembangan penyakit TBC diawali dengan masuknya Mycobacterium Tuberculosis kedalam organ paru yang menyebabkan infeksi pada paru-paru, dan terjadi pertumbuhan koloni bakteri yang berbentuk bulat (globular). Dengan reaksi imunologis, sel-sel pada dinding paru berusaha menghambat bakteri Tuberculosis (TBC) ini melalui mekanisme alamianya membentuk jaringan parut. Akibatnya bakteri Tuberculosis (TBC) tersebut akan berdiam/istirahat (dormant) seperti yang tampak sebagai tuberkel pada pemeriksaan X-ray atau photo rontgen (foto ronsen). Seseorang dengan kondisi daya tahan tubuh (Imun) yang baik, bentuk tuberkel ini akan tetap dormant sepanjang hidupnya.
Lain hal pada orang yang memilki sistem kekebelan tubuh rendah atau kurang, bakteri ini akan mengalami perkembangbiakan sehingga tuberkel bertambah banyak. Sehingga tuberkel yang banyak ini berkumpul membentuk sebuah ruang didalam rongga paru, Ruang inilah yang nantinya menjadi sumber produksi sputum (riak/dahak). Maka pada pasien yang rongga parunya memproduksi sputum dan didapati Mikroba Tuberkulosis, disebut sedang mengalami pertumbuhan tuberkel dan positif terinfeksi Tuberculosis (TBC).
Berkembangnya penyakit TBC di Indonesia ini tidak lain berkaitan dengan memburuknya kondisi social ekonomi, belum optimalnya fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat, meningkatnya jumlah penduduk yang tidak mempunyai tempat tinggal dan adanya epidemi dari infeksi HIV. Hal ini juga tentunya mendapat pengaruh besar dari daya tahan tubuh yang lemah/menurun, virulensi dan jumlah kuman yang memegang peranan penting dalam terjadinya infeksi Tuberculosis (TBC).

Penanganan Dan Pengobatan Menggunakan Obat Program

Adapun untuk mengatasi penyakit ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menemukan obat yang kini telah digunakan oleh hampir seluruh rumah sakit di seluruh dunia yang disebut dengan Obat Program. Obat Program yang digunakan untuk mengatasi Tuberculosis (TBC) digolongkan atas dua kelompok yaitu   :
  1. Obat Primer, yaitu INH (Isoniazid), Rifampisin (Rifadin, Rimactane), Etambutol (Myambutol), Streptomisin dan Pirazinamid.
  2. Obat Sekunder, yaitu Exionamid, Paraaminosalisilat, Sikloserin, Amikasin, Kapreomisin dan Kanamisin.
Biasanya proses penyembuhan menggunakan obat program ini memakan waktu hingga 6 bulan dan jika masih dinyatakan belum tuntas, maka akan dilanjutkan pengobatan lanjutan selama 3 bulan tambahan sehingga total jangka waktu pengobatan Tuberculosis (TBC) ini adalah selama 9 bulan.
Sayangnya berdasarkan fakta yang terjadi di lapangan, banyak orang yang mengalami penyakit Tuberculosis (TBC) ini tidak dapat disembuhkan baik dengan menggunakan Obat Program, hal ini disebabkan karena pasien seringkali resisten terhadap obat maupun akibat dari proses penyembuhan (konsumsi obat program) secara tidak teratur serta alasan-alasan lainnya. Lamanya pengobatan biasanya sangat tergantung pada usia, kesehatan secara keseluruhan, jenis tbc (laten atau aktif) dan lokasinya dalam tubuh.

Efek Samping Pengobatan Tuberculosis (TBC)

Efek Samping Pengobatan Tuberculosis (TBC) tidak umum tapi dapat serius ketika terjadi. Semua obat Tuberculosis (TBC) dapat sangat beracun untuk hati penderita apalagi gejala Tuberculosis (TBC) juga disertai dengan komplikasi hati (Ingat bahwa hati berfungsi untuk menetralisir racun dalam tubuh). Hal tersebut memberikan gambaran bahwa perlu rujukan atau resep dokter untuk mengkonsumsi obat-obat tersebut. Efek samping yang umum ditimbulkan antara lain mual, muntah, kehilangan nafsu makan, warna kuning pada kulit (jaundice/ikterus), urine menjadi gelap, demam yang berlangsung tiga hari atau lebih dan tidak memiliki penyebab yang jelas.

Pengobatan Alternatif (Tradisional Dan Herbal)

Tak heran jika banyak pasien Tuberculosis (TBC) yang beralih ke solusi pengobatan alternatif seperti obat Tradisional maupun Herbal untuk menyembuhkan penyakit Tuberculosis (TBC)  ini. Dengan menggunakan pengobatan alternatif seperti obat Tradisional maupun Herbal, pasien berharap menemukan kesembuhan. Akan tetapi faktanya tidak banyak pasien yang mengalami kesembuhan secara tuntas. Ada pasien yang mengalami kesembuhan beberapa saat saja dan dalam kondisi tertentu, penyakit Tuberculosis (TBC)  ini dapat kembali menyerang. Tercatat banyak testimoni pengguna pengobatan alternatif seperti obat Tradisional maupun Herbal yang mengeluhkan efektifitas pengobatan alternatif karena penyakit Tuberculosis (TBC)  ini masih dapat menyerang sewaktu-waktu.

Sulitnya Penyembuhan Penyakit TBC Dan Solusinya

Penyakit Tuberculosis memang sangat sulit disembuhkan karena penyakit ini disebabkan oleh bakteri basil yang tidak mudah untuk dibersihkan dalam waktu singkat. Fase penyembuhan biasanya memakan jangka waktu yang cukup lama.
Penyakit Tuberculosis (TBC) Dan Cara Mengobatinya
Untungnya, kini salah satu lembaga Swasta ternama di Amerika yaitu 4Life Research yang telah melakukan penelitian dan pengkajian terhadap berbagai macam produk ternama di dunia dan telah menciptakan molekul bernama 4Life Transfer Factor yang diklaim merupakan satu-satunya dan no 1 di dunia tanpa pesaing yang telah terbukti mampu menyembuhkan secara tuntas 100% berbagai macam jenis penyakit mematikan, salah satunya Tuberculosis (TBC)  tanpa kembali kambuh serta tanpa efek samping.

Penyembuhan Penyakit TBC Dengan 4Life Transfer Factor

Penyakit Tuberculosis (TBC) Dan Cara Mengobatinya
Hebatnya, bukan hanya Tuberculosis (TBC)  yang mampu disembuhkan, akan tetapi virus AIDS yang saat ini paling ditakuti pun mampu diatasi dengan mengkonsumsi 4Life Transfer Factor secara rutin. Berbeda dengan obat ataupun suplemen biasa yang langsung menyerang virus, 4Life Transfer Factor bekerja dengan meningkatkan sistem imunitas tubuh atau sistem pertahanan alami tubuh hingga 423x lipat lebih ampuh dalam mengenali dan menghalau segala macam bakteri, parasit, virus, dan jamur bahkan yang paling mematikan sekalipun. Tentunya dengan 4Life Transfer Factor, system pertahanan tubuh anda seperti diupdate untuk mengenali dan mengatasi serangan penyakit.

Sehingga ketika anda tidak lagi mengkonsumsi 4Life Transfer Factor, maka ketika penyakit menyerang maka system pertahanan tubuh anda yang telah diperbaharui oleh 4Life Transfer Factor yang akan mengatasi penyakit tersebut. Inilah keunggulan 4Life Transfer Factor jika dibandingkan sengan seluruh produk kesehatan yang ada di dunia.

4Life Transfer Factor Menyembuhkan TBC 100% Tuntas

Penyakit Tuberculosis (TBC) Dan Cara Mengobatinya
Dengan mengkonsumsi 4Life Transfer Factor, penyakit Tuberculosis (TBC)  akan lebih cepat dan mudah disembuhkan. Terbukti hanya dalam kurun waktu yang singkat tanpa memerlukan proses pengobatan berkepanjangan. Sudah jutaan orang di seluruh dunia yang menggunakan 4Life Transfer Factor untuk mengatsi berbagai macam gangguan kesehatan serta penyakit. Silahkan anda melihat jutaan testimoni yang ada di internet maupun secara langsung pada orang-orang yang pernah menggunakan 4Life Transfer Factor. Nah, jika anda adalah salah satu pasien yang mengalami sakit akibat Tuberculosis (TBC) ini, jangan ragu dan sesegera mungkinlah mengkonsumsi 4Life Transfer Factor dan turut membuktikan kemampuan 4Life Transfer Factor.

Informasi Lanjut Dan Pemesanan 4Life Transfer Factor

Untuk informasi lebih lanjut dan pemesanan, anda dapat menghubungi saya di halaman Contact Us atau melalui ponsel 085244123467. Dimanapun anda berada, produk akan dikirimkan ke tujuan sesuai alamat yang anda cantumkan sewaktu pemesanan.

Related Article

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*